Bagi sebuah magnet bagi nawak2 Aremania borneo yang tersebar di berbagi kota di wilayah Kaltim ini, berduyun2 mereka menuju kota Balikpapan demi satu tujuan, Stadion Persiba mendelok Arema main. Dan yang mungkin membuat salut ayas, mereka ini berasal dari daerah yang jarak tempuhnya bisa mencapai 6-9 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda 4. Contoh saja daerah Sangatta, nawak2 harus menempuh perjalanan selama sampai dengan 6 jam, hanya untuk melihat Arema maen selama 2×45 menit.
Dan mungkin, kalau ayas ceritakan dari mana saja mereka datang, terlalu banyak untuk ditulis ker. Karena mungkin nawak2 juga tahu, bahwa kondisi geografis kaltim ini memang dipisah2kan jaraknya antar kota, sehingga memang nawak2 Aremania Borneo domisilinya sangat berjauhan.
Akan tetapi, setibanya di stadion rasa capek setelah menempuh perjalanan dalam sekejap sirna oleh semangat untuk mendukung skuad Arema bertanding. Seperti tidak ada rasa lelah terlihat dari wajah nawak2 Aremania Borneo, yang terlihat hanya wajah sumringah penuh semangat bernyanyi dan menari memberi dukungan kepada skuad Arema. Foto ini saat Arema vs Mitra Kukar…..
Ayas saat tour Tenggarong waktu itu pada tanggal 5 Februari 2012 sedang masuk kerja malam. Akan tetapi demi pertandingan Arema di Tenggarong, pagi setelah pulang dinas, ayas dengan mengendarai sepeda motor, padahal nawak2 yang lain rombongan dengan libom semua, tapi karena ayas malamnya harus kerja lagi, daripada nantinya telat datang ketempat kerja makanya ayas harus bawa sepeda motor. Sampai di stadion langsung pegang stik, dan kebagian jatah nggepuk’i sner sepanjang pertandingan. Hahahaha dan lucunya, bilangnya datang ke stadion untuk melihat pertandingan, tapi kami sebagai suporter malah tidak pernah tahu jalannya pertandingan, karena kami sibuk bernyanyi dan menari untuk memberi dukungan kepada skuad Arema yang tengah bertarung di lapangan. Dan dukungan kami tidak sia sia, menghadapi tim bertabur bintang Mitra Kukar, Arema yang bisi dibilang bermodal pemain biasa2 saja mampu menahan imbang dengan skor 2-2. Akan tetapi, saat pertandingan itu, asli ayas tidak tahu siapa yang bikin gol dan bagaimana proses gol itu terjadi, tang ayas tahu waktu itu adalah cuman melihat dirigen kami sam Ali kala memimpin kami untuk bernyanyi dan menari.
Berikut sekelumit cerita tentang kami sebagai Aremania Balikpapan. Mungkin kami adalah korwil yang jarang ada di stadion secara langsung untuk mendukung Arema, akan tetapi hal itu tidak menyurutkan totalitas dan loyalitas kami kepada Arema, karena demi hal itu kami masih banyak mempunyai cara untuk menyalurkan hasrat kami terhadap Arema.
sumber : http://junedoyisam.wordpress.com/2012/02/19/inilah-kami-totalitas-dan-loyalitas-kami-aremania-balikpapan/






0 komentar:
Posting Komentar