Pages

Only God Can Stop us

Setia sampek matek.

AREMA

Dimana kau berada kami selalu ada. Karema kamii Arema.

SASAJI

Salam Satu Jiwa.

merdeka

gak usah liar

isl vs ipl

mending isl timbang ipl

Senin, 27 Januari 2014

Film “The Conductors”, Tak Semua Orang Terlahir Jadi Pemimpin

Memang untuk posting yang satu ini bisa dibilang terlambat untuk ayas tampilkan, bahkan sudah bisa dibilang beritanya sudah basi. Akan tetapi demi keplentingan bangsa dan negara, ayas tetap bersiteguh untuk menampilkan suatu berita tentang suatu film dokumenter yang sangat sip untuk dibahas, yaitu film The Conductors.
Setelah film dokumenter The Jak, publik sepakbola Indonesia kembali dihibur oleh The Conductors. Film garapan sineas muda Andy Bachtiar Yusuf, yang juga menjadi pelaku di balik layar dari film The Jak.
Press conference film The Conductors diadakan di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Hadir sebagai MC adalah Bang OT (Ovan Tobing), sutradara & produser film Bang Ucup (Andibachtiar Yusuf), Syamsul Faiz, Ronny P Tjandra dari Jive! Collection, dan Yuli Soemphil sebagai perwakilan aktor film.
Acara ini juga dihadiri oleh rekan-rekan Aremania Brawijaya dan

Perjalanan Arema di Ligina IV 1997-98

Add caption
Di Ligina IV itu kompetisi tanpa sponsor dengan menggunakan 3 grup (2 grup berisi 10 klub, dan 1 grup lagi berisi 11 klub). 4 tim teratas berhak masuk babak 12 besar, Format pemain asing 3-3. Bandung Raya mengundurkan diri karena mengalami kesulitan masalah pendanaan, dan akhirnya pada 25 mei 1998 kompetisi di hentikan karena adanya krisis keamanan dan krisis ekonomi.
Di ligina IV Arema mendapatkan pengurus-pengurus baru seperti Tinton Suprpto sebagai ketua Yayasan dan Kristia Yudha mantan manager Kaki Mas Dampit sebagai wakil manager. Arema di waktu di tinggal strikernya Joko “Gethuk” Susilo ke Persija. Tapi Arema masih di perkuat Dwi “kirun” Sasmianto, JM Rubio, Sunardi C, Charis Yulianto, Siswantoro, Redi Suprianto, Rudi Haryantoko, Doni Suherman, Pujo Sumedi, Nanang Supriadi, Edi Subagyo, Jonathan, Mecky Tata kemudian masuk pemain baru seperti Didit Thomas, Khoiful Ajid. Abdul Khamid (hanya sampai putaran I) Arema saat itu kembali dilatih oleh Gusnul Yakin.

Inilah Kami, Totalitas dan Loyalitas Kami (Aremania Balikpapan)

Laga ISL antara klub tuan rumah Persiba vs Arema tanggal 10 Desember 2011 kemarin adalah laga home perdana Persibamusim ini. Dan adalah suatu hal yang sangat2 kami [Aremania Borneo] rindukan momen ini. Karena kami akan dapat menyaksikan secara langsung skuad singo edan berlaga di stadion.
Bagi sebuah magnet bagi nawak2 Aremania borneo yang tersebar di berbagi kota di wilayah Kaltim ini, berduyun2 mereka menuju kota Balikpapan demi satu tujuan, Stadion Persiba mendelok Arema main.  Dan yang mungkin membuat salut ayas, mereka ini berasal dari daerah yang jarak tempuhnya bisa mencapai 6-9 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda 4.  Contoh saja daerah Sangatta, nawak2 harus menempuh perjalanan selama sampai dengan 6 jam, hanya untuk melihat Arema maen selama 2×45 menit.

Film Dokumenter Arema Agama Kedua

Mungkin film dokumenter ini sudah bisa dianggap ketinggalan jaman jika bari sekarang dibahas, akan tetapi ayas yakin masih ada nawak2 aremania yang belum tahu dan belum pernah lihat film ini. Dan demi menjaga informasi segala tentang Arema dan juga Aremania, ayas mencoba memposting lagi tentang film dokumenter yang sangat fenomenal bagi Aremania ini.
Seperti yang diketahui, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memproduksi film dokumenter “Arema, Agama Kedua” sebagai bentuk pemahaman terhadap masyarakat mengenai film dokumenter dan aplikasi mata kuliah.
“Film yang dibuat mulai Maret hingga Agustus 2010 itu menceritakan sisi lain klub sepak bola asal Malang, Jawa Timur (Jatim), Arema. Cerita mulai dari awal berdirinya Arema hingga menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2010,” kata Line Producer Film “Arema, Agama Kedua” Fajar Junaedi di Yogyakarta, Senin.

Aremania, Arti Sebuah Nama

Aremania

 “Arema are more than just a football club. They are a way of life. They are the St. Pauli of Indonesia. A culture with in a culture. Satu Jiwa, one heart or one soul”
 Sepenggal kalimat diatas ditulis oleh Anthony Sutton, seorang jurnalis ESPN setelah meliput pertandingan Persija Jakarta vs Arema Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno pada Mei 2010. Membandingkan kota Malang dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia, kota ini memiliki citarasa tersendiri bagi para penikmat sepakbola: tidak hanya permainan keras dan lugas, tetapi juga suguhan kreatifitas dari pendukungnya. Saat Arema bertanding, nuansa kota Malang berubah, seolah ada perayaan besar disana, sehingga dalam satu hari semua orang menggunakan atribut bernuansa biru-biru Arema. Walaupun laga baru dimulai pada sore hari, sejak pagi kesibukan akan persiapan menonton pertandingan Arema terlihat di berbagai sudut kota Malang.

Sejarah Holigan

Konon, dalam dunia sepak bola tidak dikenal latar belakang sosial. Di dalam sepak bola hanya ada satu agama, budaya, suku, dan ras. Akan tetapi, tidak selamanya sepak bola berhasil menyatukan para penggemarnya. Fanatisme berlebihan yang ditunjukkan para suporternya membuat wajah sepak bola menjadi garang dan sangat mengerikan. Dari fanatisme kemudian lahir bibit-bibit hooligan, yaitu manusia-manusia agresif dan brutal bila tim kesayangan yang digadang-gadang untuk menang menjadi pecundang.

Suporter Garis Keras Dunia

Ini dokumentasi twit series yang dilakukan @regisethisgoals dengan topik sejarah suporter garis keras (ultras) (di Italia).
Berikut adalah beberapa supporter garis kelas di tanah pencetus sepak bola modern yaitu Inggris
1.Aston Villa Hardcore lahir di kota Birmingham dgn mendukug klub Aston Villa mereka terkenal supporter plg loyal pd klub dan negara mereka
mereka di segani di benua eropa supporter garis keras yg sangat teroganisir dari segi organisasi hingga pertempuran jalanan
beberapa pentolannya sudah di blacklist untuk dilarang masuk ke semua stadion hampir di seluruh britania raya
2.Inter City Firm. Udah nonton Green Street Hooligan?.Supporter fanatik dari klub London, West Ham United.